{"id":456,"date":"2011-05-21T08:30:02","date_gmt":"2011-05-21T01:30:02","guid":{"rendered":"http:\/\/www.duaransel.com\/?p=456"},"modified":"2012-02-21T12:32:08","modified_gmt":"2012-02-21T05:32:08","slug":"di-balik-tembok-kota-merah-marrakesh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.duaransel.com\/afrika\/maroko\/di-balik-tembok-kota-merah-marrakesh\/","title":{"rendered":"Foto-foto dari Balik Tembok Kota Merah Marrakesh"},"content":{"rendered":"
\"Penjual<\/a>

Penjual acar zaitun<\/p><\/div>\n

The Red City, itulah julukan populer dari kota tua Marrakesh di Maroko. Kota ini didirikan pada abad ke 11, dan seperti halnya banyak kota di jaman dahulu kala, kota ini dikelilingi oleh dinding kota, di mana terdapat banyak gerbang yang menghubungkan interior kota dan sekitarnya. Bayangkan seperti kompleks perumahan. Pernah dengar alun-alun raksasa Jemaa el-Fna yang telah dinobatkan menjadi salah satu UNESCO heritage site? Alun-alun tersebut terletak di kota tua ini, bersebelahan dengan souq (pasar ala Arab\/Berber) terbesar di Maroko.<\/p>\n

\"Jualan<\/a>

Jualan manisan di Jemaa el-Fnaa<\/p><\/div>\n

Alun-alun terbesar di Afrika ini begitu tersohor karena merupakan pusat hiburan bagi masyarakat lokal maupun turis mancanegara sejak jaman dahulu kala. Di sini kamu dapat menemukan pawang ular, monyet Barbar, tukang dongeng, penjual air tradisional dengan kostum merah cerah, pentato henna, berbagai pedagang makanan dan minuman seperti bbq sate ala Maroko, otak domba, siput, sosis, dan kuskus. Di souq sebelah alun-alun, kamu dapat menemukan koleksi besar sepatu Arab (gaya Aladin), pakaian, kain, dekorasi rumah, rempah-rempah, parfum, dan barang-barang berwarna-warni yang lainnya. Terlalu banyak untuk disebutkan di sini!<\/p>\n

Jemaa el-Fna dan souq di sebelahnya merupakan tempat yang sangat menawan, tapi pertama-tama saya ingin membawamu ke kehidupan masyarakat di kota tua bertembok merah ini. Dunia tua, berbeda dengan dunia modern yang biasa aku lihat. Aneh, eksotik, dan menawan.<\/p>\n

Selamat datang di kota tua Marrakesh! Dengan memasuki gerbang ini, anda meninggalkan dunia modern…<\/strong><\/span><\/p>\n

\"Tembok<\/a>

Tembok kota<\/p><\/div>\n

Perumahan kunonya dengan dinding berwarna pink-oranye, dengan lorong-lorongnya yang sempit dan berliku-liku bagaikan labyrinth<\/strong><\/span><\/p>\n

\"Perumahan<\/a>

Perumahan khas di dalam tembok kota, dengan dinding pink-oranyenya<\/p><\/div>\n

\"Gang<\/a>

Gang sempit berliku<\/p><\/div>\n

\"Langgar<\/a>

Langgar<\/p><\/div>\n

Penduduk<\/strong><\/span><\/p>\n

 <\/p>\n

\"Seorang<\/a><\/strong><\/strong>

Seorang pria<\/p><\/div>\n

 <\/p>\n

\"Gerobak<\/a>

Gerobak kuda masih banyak digunakan<\/p><\/div>\n

\"Perempuan<\/a>

Perempuan tua menerima teh<\/p><\/div>\n

\"Anak-anak<\/a>

Anak-anak lokal yang ngotot minta dipotret<\/p><\/div>\n

Wisata kuliner <\/strong><\/span><\/p>\n

(Tunggu artikel khusus Wisata Kulinernya juga!)<\/p>\n

\"Memasak<\/a>

Memasak makanan kecil (kiri)<\/p><\/div>\n

\"Warung<\/a>

Warung sosis di Jemaa el-Fnaa<\/p><\/div>\n

\"Warung<\/a>

Warung laris manis di Jemaa el-Fnaa<\/p><\/div>\n

\"Depot<\/a>

Depot kecil dan murah yang kami suka. Sayangnya ndak mungkin ke sana lagi karena itu nemunya pas lagi "nyasar" di kota labyrinth ini<\/p><\/div>\n

Souq (pasar Arab\/Berber)<\/strong><\/span><\/p>\n

\"Jualan<\/a>

Jualan kain di souk<\/p><\/div>\n

\"Kerajinan<\/a>

Kerajinan logam di souq<\/p><\/div>\n

Gudang barang di pinggir jalan<\/strong><\/span><\/p>\n

\"Gudang<\/a>

Gudang tembikar<\/p><\/div>\n

\"Gudang<\/a>

Gudang sepeda - Ndak jelas ini sepeda mau dibuat apa, rungsep banget.<\/p><\/div>\n

Dari tanah, kembali ke tanah: kuburan<\/strong><\/span><\/p>\n

\"Kuburan<\/a>

Kuburan<\/p><\/div>\n

Di dalam riad (rumah bertingkat yang tengah-tengahnya merupakan taman kecil dengan atap terbuka)<\/strong><\/span><\/p>\n

\"Di<\/a>

Di dalam riad<\/p><\/div>\n

Graffiti<\/strong><\/span><\/p>\n

\"Graffiti<\/a>

Graffiti<\/p><\/div>\n

Catatan kecil:<\/p>\n

Mungkin kamu sudah dengar, pada tanggal 28 April kemarin, tidak sampai sebulan yang lalu, ada aksi teroris pemboman di Cafe Argana yang terletak di salah satu sisi alun-alun ini. 17 orang meninggal dunia, dan lebih dari 20 luka-luka. Kami sempat melihat demonstrasi anti teroris di akun-alun ini, juga upacara pemberian bunga menghormati para korban. Kami turut berduka cita dan turut mengutuk aksi teroris ini. Semoga arwah para korban bahagia di atas sana dan semoga kondisi ekonomi masyarakat setempat cepat pulih.<\/p>\n

 <\/p>\n

 <\/p>\n

Pusat<\/span> ini<\/span> bersemangat<\/span> Triwulan<\/span> Madinah<\/span> penuh dengan<\/span> pedagang<\/span>,<\/span> seniman<\/span>,<\/span> dan<\/span> wisatawan<\/span>,<\/span> namun<\/span> kota tua ini<\/span> jauh<\/span> lebih<\/span> dari<\/span> sekedar<\/span> tujuan wisata<\/span>:<\/span> kota bertembok<\/span> ini<\/span> didirikan<\/span> pada<\/span> abad ke<\/span>-11<\/span>,<\/span> dan<\/span> orang<\/span> telah<\/span> tinggal<\/span> di<\/span> daerah<\/span> ini<\/span> sejak<\/span>.<\/span> Bahkan<\/span> sangat<\/span> turis<\/span> Jemaa<\/span> el<\/span>–<\/span>Fnaa<\/span> jauh<\/span> lebih<\/span> dari sekedar<\/span> tujuan wisata<\/span>:<\/span> lokal<\/span> sebenarnya<\/span> datang<\/span> ke sini<\/span> juga<\/span>,<\/span> dan<\/span> telah<\/span> begitu<\/span> selama ratusan<\/span> tahun<\/span>.<\/span><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

The Red City, itulah julukan populer dari kota tua Marrakesh di Maroko. Kota ini didirikan pada abad ke 11, dan seperti halnya banyak kota di jaman dahulu kala, kota ini dikelilingi oleh dinding kota, di mana terdapat banyak gerbang yang menghubungkan interior kota dan sekitarnya. Bayangkan seperti kompleks perumahan. Pernah dengar alun-alun raksasa Jemaa el-Fna […]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":494,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[184,153],"tags":[350,185,196,35,369,161,4,118],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/456"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=456"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/456\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/494"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}