{"id":331,"date":"2011-02-18T09:00:58","date_gmt":"2011-02-18T02:00:58","guid":{"rendered":"http:\/\/www.duaransel.com\/?p=331"},"modified":"2014-05-22T01:33:05","modified_gmt":"2014-05-21T18:33:05","slug":"kesan-kesan-fiji-laguna-indah-dan-bentol-bentol-kulit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.duaransel.com\/oseania\/fiji\/kesan-kesan-fiji-laguna-indah-dan-bentol-bentol-kulit\/","title":{"rendered":"Kesan-kesan Fiji: Laguna Indah dan Bentol-bentol Kulit"},"content":{"rendered":"

Kunjungan kami di Fiji hanya sebentar, namun mengesankan. Status kami di Fiji sebenarnya cuma transit, penerbangan dari Sydney, Australia, ke Los Angeles, Amerika Serikat. Transit di Fiji selama 2 jam? Mengapa tidak diperpanjang sekalian menjadi beberapa hari, jika harganya sama?<\/p>\n

Jadi, ini adalah kesan-kesan kami tentang Fiji:<\/p>\n

1. Menikmati pemandangan atol dari pesawat terbang ketika menuju ke Fiji.<\/strong><\/p>\n

\"Atol,<\/a><\/p>\n

2. Menikmati refleksi alam sempurna pada air laguna yang tenang. <\/strong>(Foto bisa didownload gratis di sini<\/a> sebagai wallpaper)<\/p>\n

\"\"<\/a><\/p>\n

3. Bersantai di bawah pohon kelapa, dengan laguna nan biru terhampar di depan kami.<\/strong><\/p>\n

\"Bersantai<\/a>
\n<\/strong><\/p>\n

4. Menyusuri pantai laguna dan memeriksa cacing laut di antara koral-koral. <\/strong>Cacing laut atau apa ya namanya? Yang pasti banyak yang semeter lebih panjangnya.<\/p>\n

\"Cacing<\/a><\/p>\n

5. Menonton penduduk lokal nyemplung ke laguna untuk menangkap ikan di pagi hari.<\/strong><\/p>\n

\"Penduduk<\/a>
\n<\/strong><\/p>\n

6. Menyantap hidangan lokal \u00e2\u20ac\u0153fish in Lolo\u00e2\u20ac\u009d<\/em> dan hidangan manis \u00e2\u20ac\u0153banana in lolo\u00e2\u20ac\u009d<\/em>.<\/strong> Lolo artinya santan\/krim kelapa. Fish in lolo<\/em> rasanya agak mirip dengan lodeh yang tidak pedas, sedangkan banana in lolo<\/em> agak mirip dengan kolak. Cocok untuk suasana pantai yang rileks.<\/p>\n

7. Mengikuti yaqona\/kava ceremony<\/em>, <\/strong>sebuah upacara meminum minuman tradisional kepulauan Pasifik<\/strong> yang terbuat dari akar pohon kava\/yaqona yang memiliki efek menenangkan<\/strong>. Ceritanya, pada jaman dulu suku-suku kepulauan Fiji ini berangas, suka perang dan kanibal. Mereka suka menyantap lawan mereka yang kalah ketika perang antar suku. Setelah minuman yang menenangkan ini diperkenalkan, mereka jadi lebih santai dan meninggalkan budaya kanibalisme mereka. Jadi minuman ini cocok buat teman-teman yang garang-garang!<\/p>\n

\"Kava<\/a><\/p>\n

Sensasi minuman ini? Mulut dan lidah terasa sedikit kesemutan dan mati rasa. Apakah kita merasa santai? Hubby sih iya, sedangkan saya tidak. Mungkin kurang banyak minumnya. Rasanya? Ambil segenggam tanah di halaman belakang, campurkan dalam semangkuk air, dan minumlah. Rasanya seperti itu!<\/p>\n

\"Kava<\/a>
\n8. Berteriak “Bula” ke semua orang disekitar kami.<\/strong> Bula berarti halo. Selama kunjungan singkat kami di sana, kami menerima ratusan seruan Bula baik dari staf maupun dari orang-orang tidak kenal yang kebetulan lewat di jalan. Termasuk dari paman-paman dan anak-anak muda yang sedang menggandol di belakang truk pick-up!<\/p>\n

9. Mengunjungi Sigatoka, sebuah kota di Fiji. <\/strong>Kota ini memiliki sebuah kuil Hindu yang menawan di atas bukit, tetapi jembatan kereta api yang roboh ke sungai<\/strong> menjadi pemandangan yang paling saya ingat. Beberapa tahun yang lalu, banjir besar menyapu sebagian dari jembatan ini. Untungnya jembatan tua ini memang sudah tidak dipergunakan lagi.<\/p>\n

\"Jembatan<\/a>
\n<\/strong><\/p>\n

10. Bangun pukul 2 pagi untuk menikmati hujan meteor Geminid <\/strong>yang bertepatan dengan kunjungan kami di Fiji. Dalam 25 menit, kami menyaksikan 26 meteor, luar biasa! Langit malam Fiji yang tidak terpolusi oleh debu dan cahaya lampu kota memang cocok untuk mengamati bintang-bintang di langit.<\/p>\n

11. Mandi menggunakan shower “ember”.<\/strong> Caranya, kamu isi sang ember dengan air, gantung si ember di langit-langit kamar mandi, lalu buka kenop pancuran di bagian bawah!<\/p>\n

\"Shower<\/a>
\n12. Menonton pertunjukan tarian api yang luar biasa! <\/strong>Penari-penari api ini menggunakan tongkat berujung api, rantai berujung api, atau benda-benda lainnya, diputar-putar dengan sangat cepat selagi mereka menari, membentuk lukisan-lukisan kuning cerah di langit malam.<\/p>\n

\"Tarian<\/a><\/p>\n

\"Tarian<\/a><\/p>\n

13. Mencoba untuk menikmati sunset di hari yang mendung dan bergerimis.<\/strong> Sayang kok selalu gerimis pas sunset sewaktu kami di sini.<\/p>\n

\"Sunset<\/a><\/p>\n

14. Pengalaman snorkeling terburuk yang pernah kami alami: Snorkeling dalam semangkuk sup “kutu laut”.<\/strong> Snorkeling di terumbu karang ini awalnya sih biasa-biasa saja. Bunaken jauh lebih cantik. Namun entah bagaimana, tiba-tiba air disekitar kami penuh dengan “kutu laut” (sepertinya salah nama, tapi begitulah pemandu snorkel kami menyebutnya). Ribuan sengatan kecil dan panas menyerang sekujur tubuh kita. Sensasinya seperti disengat ubur-ubur tak kasat mata. Perahu kami segera datang untuk menyelamatkan kelompok kami dari air. Bentol-bentol akibat sengatan ini dan rasa gatal\/sakitnya tidak hilang hingga sampai beberapa minggu lamanya!<\/p>\n

\"Snorkeling<\/a><\/p>\n

Ya, yang ini sih bukan kesan manis, tapi kesan menyebalkan. Dari semua lokasi snorkeling di Fiji konon cantik-cantik, justru yang berkutu inilah yang kami datangi! Ah, sialnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Kunjungan kami di Fiji hanya sebentar, namun mengesankan. Status kami di Fiji sebenarnya cuma transit, penerbangan dari Sydney, Australia, ke Los Angeles, Amerika Serikat. Transit di Fiji selama 2 jam? Mengapa tidak diperpanjang sekalian menjadi beberapa hari, jika harganya sama? Jadi, ini adalah kesan-kesan kami tentang Fijim dari bersantai di laguna yang indah, sampai ke […]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":195,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[54],"tags":[353,109,108,78,80,76,90,4],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4651,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331\/revisions\/4651"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.duaransel.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}